Selasa, 26 Juli 2016

Tulisan 5

Pronouns
Pronoun adalah kata yang digunakan untuk menggantikan noun (kata benda) yang dapat berupa orang, benda, hewan, tempat, atau konsep abstrak. Kata ganti benda ini merupakan satu dari delapan part of speech.   
Jadi apa itu Pronoun? pronoun merupakan salah satu unsur kalimat (part of speech) yang berfungsi sebagai kata ganti atau pengganti orang atau benda (sesuatu selain manusia, bisa tumbuhan, hewan, kata kerja yang dibendakan dan lain sebagainya).
Contoh: Amalia  is Indian, she is beautiful. She pada kalimat tersebut mengganti atau menjadi pengganti Amalia.
Jenis Pronoun dan Contoh Kalimatnya :
Subjek
Objek
Possesive
Reflexive
I
Me
My
Myself
We
Us
Our
Ourselves
They
Them
Their
Themselves
You
You
Your
Yourself (Kamu)
You
You
Your
Yourselves (Kalian)
She
Her
Her
Herself
He
Him
His
Himself
Keterangan :
Subjek : Ketika pronoun menjadi Subjek.
Contoh:
a.       read a book > aku membaca sebuah buku.
b.      You are very beautiful > kamu sangat cantik.
Objek : Ketika pronoun menjadi Objek.
Contoh:
a.       She loves me > dia mencintai aku.
b.      I take it > aku mengambilnya.
Possessive : artinya memiliki, misalnya: milik-ku, milik-mu, milik-nya, dsb.
Contoh:
a.       Is that your book? > apakah itu bukumu (buku punya-mu)?
b.      Where did you hide my wallet? > dimana kamu menyembunyikan dompetku (dompet milikku)
Reflexive : Berfungsi untuk memberikan penekanan yang jika diterjemahkan menjadi “diri”, sehingga terkadang diterjemahkan dengan dirinya/mu/kita atau sendiri atau bisa juga digabung menjadi seperti “dirinya sendiri”.
Contoh:
a.       she cooks for herself > Ia memasak untuk dirinya
b.      I cooked fried chicken by myself > aku memasak ayam goreng sendiri.
Pronoun-Antecedent Agreement
Pronoun-Anteceddent Agreement antara pronoun dengan antecedent dalam hal numberperson, dan gender. Apa itu antecedent? yaitu kata, frasa, atau klausa yang digantikan oleh pronoun Agreement ini diperlukan tentunya jika ada keduanya di dalam kalimat.
Contoh :
a.       You should take off your shoes there. (Kamu harus melepas sepatumu di sana.) [antecedent, pronoun]
Expletive Pronoun (There & It)  
Expletive merupakan “empty words” atau kata-kata yang tidak menambah arti, namun berguna untuk memberi penekanan pada bagian tertentu suatu kalimat. There/it digunakan bersama verb be untuk membentuk expletive construction
a.       There is no food in my house. (Tidak ada makanan di rumahku.)
b.      It was easy to meet her. (Dulu mudah bertemu dengannya.)
Personal pronouns yang digunakan sebagai objek kata kerja adalah me, you, him, her, it, us dan them. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
-          Lisa likes cats. She likes to stroke them.
Pada kalimat pertama, cats adalah objek kalimat atau objek kata kerja likes. Sedangkan pada kalimat kedua, them adalah objek kalimat dan sebagai kata ganti untuk cats.
Beberapa contoh personal pronouns sebagai objek:
- I’m doing my homework. Dad is helping me.
- Goodbye, children! I’ll call you later.
- Where is John? I need to speak to him.
- Miss Garcia is very nice. All the children like her.
- The car is very dirty. Mom is cleaning it.
- Uncle Harry called Mary to ask her a question.
- My chocolates are all gone. Someone has eaten them.

SUMBER :
http://grammar.ccc.commnet.edu/grammar/pronouns.html. diakses pada 27 Juli 2016
http://catatanbahasainggris.blogspot.co.id/2009/03/personal-pronouns.html. diakses pada 27 Juli 2016

Tulisan 4

Affirmative and Negative Agreement , Negation , Commands
Affirmative & Negative Agreement :
Affirmative digunakan untuk menunjukkan orang atau melakukan sesuatu hal, kemudian menambahkan lain melakukan hal yang sama. Cukup menggunakan : and – to or and – so Kata so, too, dan also mempunyai arti yang sama yaitu juga, pula, pun. Tapi dalam penggunaannya terdapat perbedaan, so digunakan sebelum tobe(s) dan auxilliaries(kata bantu)
Contoh :
·         I am happy, and you are too
·         I am happy, and so you are
·         My friend will talk to him and so will I
·         My friend has talked about it, and so have I
Sedangkan too dan also digunakan setelah tobe(s) dan auxilliaries.
Example:
·         My friend will talk to him and I will too
·         My friend has talked about it, and I have too
Negative Aggrement :
Neither dan Either memiliki arti yang sama yaitu : tiak keduanya atau keduanya tidak.
Untuk neither igunakan sebelum aux verb, for example :
-          My roommate won’t go, and neither will i
-          My roommate hasn’t gone, and neither have i
Dan untuk either digunakan setelah aux verb dan kata “not”, for example :
-          My roommate won’t go, and I won’t (will not) either
-          My roommate hasn’t gone, and i haven’t either
Negation :
adalah bentuk pernyataan negatif. Kita tahu betul bahwa untuk membentuk kalimat negatif ada beberapa cara, namun begitu di bawah ini akan kami jelaskan bentuk-bentuk negation, atau bentuk-bentuk bagaimana membentuk suatu pernyataan negatif.
Dengan Auxiliary Verbs Ingat bahwa apabila kita sudah menggunakan Auxiliary verbs dalam kalimat negative, maka Kata kerja harus kembali ke bentuk semula.
Contoh:
- I didn’t understand what you mean.
- He can’t swim well. He doesn’t come today.
- We haven’t painted the house. She might not come.
Dengan Menggunakan “No” Kita bisa juga membentuk kalimat negatif dengan menggunakan “No”.
Contoh:
- I have no money.
- She has no any sugar.
Command (Perintah) menambahkan kata “to” sebagai penghubung kalimat melaporkan dengan yang dilaporkan. “not to” dalam perintah negatif.
-          He told me, “wait for me !”
-          He told me to wait for him
-          She told me, “don’t cheat anymore !”
-          She told me not to cheat anymore.
SUMBER:
https://firahdite0110.wordpress.com/2015/04/19/affirmative-negative-agreement-negation-commands/. diakses pada 27 Juli 2016

Tulisan 3

Connectors
Type Cause Connectors :
1.      AND
Example:
-          They saw a cat and a dog.
(Mereka melihat seekor kucing dan seekor anjing)
-          He saw a cat, a dog, a mouse, and a rabbit.
(Dia melihat seekor kucing, seekor anjing, seekor tikus, dan seekor kelinci)
2.      BUT
Example:
-          I was sleepy but I couldn't sleep.
(Saya mengentuk tetapi saya tidak bisa tidur)
-          She is rich but she is stingy.
(Dia kaya tetapi dia pelit)
3.      OR
Example:
-          Do you like coffee or tea?
(Kamu suka kopi atau teh?)
-          Do you want to go home or stay here?
(Kamu mau pulang atau mau menginap disini?)
4.      SO
Example:
-          I have never practice to swim, so I can't swim.
(Saya tidak pernah berlatih berenang sehingga saya tidak bisa berenang)
-          I always use email for correspondence, so I rarely write letters for correspondence.
(Saya selalu menggunakan email untuk berkorenspondensi, sehingga saya jarang sekali menulis surat untuk korespondensi)
5.      BECAUSE
Example:
-          I called you because I miss you.
(Saya menelpon kamu karena saya merindukanmu)
-          She failed the test because she was lazy.
(Dia gagal karena dia malas)
CONNECTORS (Kata Penghubung)
Connectors digunakan untuk menggabungkan dua kalimat/lebih menjadi satu kalimat. Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
1.      Menunjukan waktu: before, after, as soon as, while, when.
a.       We went home after the rain stopped.
b.      I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.
c.       I started to look for an apartment as soon as I arrived in this city.
d.      While he was reading her novel, somebody knocked on the door.
e.       I was really sad when I saw a drama movie.
2.      Menunjukan sebab dan akibat: because/because of, since.
a.       I went to the hospital because I had a serious accident.
b.      I went to the hospital because of my serious accident.
c.       Since I have no money, I can’t treat you.
3.      Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
a.       first, we must prepare the ingredients.
b.      Next, we cut the vegetables into small pieces.
c.       After that, we put them into frying pan.
d.      Finally, we put some sauce and salt.
SUMBER :
http://anindiap.blogspot.co.id/2014/04/artikel-connectors.html, Diakses pada 27 Juli 2016

Tulisan 2

Passive Voice & Causative Have

kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.
Contoh :
               Active : We fertilize the soil every 6 months
               Passive: The soil is fertilized by us every 6 months
Dari contoh ini dapat kita lihat bahwa:
Object dari active voice (the soil) menjadi subject dari passive voice
Subject dari active voice (we) menjadi object dari passive voice. Perhatikan pula bahwa terjadi perubahan dari subject pronoun ‘we’ menjadi object pronoun ‘us’.
Verb1 (fertilize) pada active voice menjadi verb3 (fertilized) pada passive voice.
Ditambahkannya be ‘is’ di depan verb3. Be yang digunakan adalah tergantung pada subject passive voice dan tenses yang digunakan. (Perhatikan pola-pola passive voice di bawah).
Ditambahkannya kata ‘by’ di belakang verb3. Namun, jika object dari passive voice dianggap tidak penting atau tidak diketahui, maka object biasanya tidak dikemukakan dan begitu pula kata ‘by’.
Khusus untuk kalimat-kalimat progressive (present, past, past perfect, future, past future, dan past future perfect continuous, perlu menambahkan ‘being’ di depan verb3). Kalau tidak ditambahkan “being”, tensisnya akan berubah, bukan progressive/continuous lagi. Perhatikan contoh-contoh pada poin h – o di bawah.
Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut:
                    Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier
Pola active dan passive voice pada tiap tenses
a.      Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh:
· Active    : He meets them everyday.
· Passive  : They are met by him everyday.
b.      Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atau were
Contoh:
· Active    : He met them yesterday
· Passive  : They were met by him yesterday
c.       Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
· Active    : He has met them
· Passive  : They have been met by him
d.      Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
· Active    : He had met them before I came.
· Passive  : They had been met by him before I came.
     
e.       Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
· Active    : He will meet them tomorrow.
· Passive  : They will be met by him tomorrow.
f.       Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
· Active    : He will have met them before I get there tomorrow.
· Passive  : They will have been met by him before I get there tomorrow.
g.      Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahbeen yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
· Active    : He would have met them.
· Passive  : They would have been met by him.
h.      Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh:
· Active    : He is meeting them now.
· Passive  : They are being met by him now.
i.        Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (wasatau were) + being.
Contoh:
· Active    : He was meeting them.
· Passive  : They were being met by him.
j.        Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
· Active    : He has been meeting them.
· Passive  : They have been being met by him.
k.      Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh:
· Active    : He had been meeting them.
· Passive  : They had been being met by him.
l.        Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahwill be + being.
Contoh:
· Active    : He will be meeting them.
· Passive  : They will be being met by him.
m.    Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Contoh:
. Active    : He would be meeting them.
. Passive  : They would be being met by him.
n.      Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Contoh:
· Active    : He will have been meeting them.
· Passive  : They will have been being met by him.
o.      Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh:
· Active    : He would be meeting them.
· Passive  : They would be being met by him.
exercise :
1. Koko’s nose is bleeding. He was punched by his friend right on his nose.
2. The Indonesian football team was beaten by the Saudi Arabian team.
3. These plants were watered by my sister a few minutes ago.
4. There is no meal left. All has been devoured by Yeyes.
5. English is studied by all high school students.
Causative Have
bentuk aktif dan bentuk pasif
Have bentuk aktif.
rumusnya : Subject + have/has/had + Object1 + V1 + Object2
Dalam Causative have bentuk aktif ini, akan ada subjek dan 2buah objek, objek yang pertama adalah orang/benda hidup yang akan disuruh dan yang kedua adalah benda matinya.
Contohnya:
1. I have the mechanic repair my car.
(saya menyuruh montir memperbaiki mobil saya.)
Disini “I” sebagai subjeknya, dan “the mechanic” sebagai objek pertamanya yang disuruh oleh si “I”, dan “my car” adalah objek keduanya(benda mati).
2. Mother has her son do homework.
(Ibu menyuruh anaknya mengerjakan PR.)
3. She has her friend take her book.
(dia menyuruh temannya mengambil bukunya.)
Exercise :
1. We had  our treasury Bought  our new books yesterday.
2. She has  her mom cooked dinner for her.
3. He had his brother done  his homework last night .
4. Tom is having Bill written  the report at the moment.
5. Mike has  Jenni saved  his data.
SUMBER :
http://indexof911.blogspot.com/2011/12/belajar-bahasa-inggris-causative-have.html, diakses pada 27 Juli 2016
http://aephidayat.blogspot.com/2011/05/causative-verb-have.html, diakses pada 27 Juli 2016
http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-inggris-2--d.html, diakses pada 27 Juli 2016
http://gineungprtdina.blogspot.co.id/

Jumat, 15 Juli 2016

HUBUNGAN AKUNTANSI DAN BAHASA INGGRIS BISNIS

   Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas akuntansi juga dikenal sebagai bahasa bisnis.
         Salah satu dari materi akuntansi adalah membuat laporan keuangan. Dalam sebuah laporan keuangan terdapat akun-akun yang berbahasa inggris, seperti cash, goodwill, supplier dll. Dengan mengetahui arti dari akun-akun tersebut, maka akan sangat membantu kita dalam mengerjakan pekerjaan yang kita jalani dan kita kehabisan tahu isi dari laporan keuangan yang dipublikasikan untuk umum karena biasanya laporan keuangan tersebut sisa hikam dalam bahasa inggris.
      Saat ini banyak kita temukan buku-buku akuntansi yang ada di toko buku, judul dan isinya menggunakan bahasa inggris, seperti Intermediate Accounting, Law Accounting dll. Dalam dunia pasar modal pun sering kita jumpai istilah yang menggunakan bahasa inggris, seperti trading, technical analysis, investment strategy dll.
     Terkadang seorang mahasiswa menganggap bahasa inggris tidak terlalu penting, padahal sebenarnya bahasa inggris merupakan bahasa internasional yang banyak digunakan oleh perusahaan. Bahasa inggris bisnis dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa inggris untuk situasi bisnis akuntan. Dalam bahasa inggris bisnis pula kita harus terampil berpidato, bernegosiasi dan berbicara dengan klien pada saat kita terjun dalam dunia bisnis nantinya.
      Jadi kesimpulannya adalah hubungan bahasa inggris bisnis dan akuntansi itu sangatlah berpengaruh penting, oleh karena itu wajib bagi kita sebagai mahasiswa  untuk mempelajari bahasa inggris secara lebih mendalam untuk mempermudah kita dalam berkomunikasi menggunakan bahasa internasional di dalam era globalisasi sekarang ini, agar kita mampu bersaing dengan negara lainnya.



Source  :
http://id66.ilovetranslation.com/zDzfm1Uw1r6=d/ diakses pada 14 juli 2016 pukul 20.35 http://blogmegaadhasha.blogspot.co.id/2013/03/hubungan-bahasa-inggris-dengan-jurusan.html diakses pada 14 juli 2p16 pukul 21.24